Kamis, 23 Agustus 2012
PSIKOLOGI PENDIDIKAN
PSIKOLOGI PENDIDIKAN
A. PENDAHULUAN
Sejak manusia dilahirkan di dunia kemudian hidup pada masa kanak-kanak telah menjalani proses pendidikan. Pendidikan yang disampaikan dengan secara sederhana oleh manusia atas anak-anaknya yang bertujuan agar anak-anaknya memiliki pengetahuan.
Pendidikan yang akan disampaikan oleh anak atau peserta didik haruslah sesuai dengan kebutuhan intelektual masing-masing para peserta didik. Oleh karena itu peran psikologi adalah sangatlah penting bagi kalangan pendidik. Yang bertujuan untuk mendapat perlakuan pembelajaran yang tepat.
Psikologi pendidikan adalah salah satu cabang dari psikologi pada umumnya, suatu keilmuan yang diperoleh melalui pendekatan ilmiah, kajian-kajian ilmiah yang dijalankan secara terencana, sistematis yang didukung oleh data empiris. Dengan psikologi, pendidik dapat memilah dan memilih bahan ajar yang tepat untuk diserap oleh peserta didik.
Dari urain di atas, bahwa peranan psikologi adalah sangat penting bagi pendidik yang mengerti akan kebutuhan peserta didik yang berbeda-beda, dan membentuk suatu pembelajaran yang psikologis, yakni suatu pendidikan yang berorientasi pada sifat dan hakikat peserta didik sebagai manusia yang berkembang.
B. PEMBAHASAN
Psikologi atau ilmu jiwa yang diambil dari bahasa Inggris yakni psychology. Kata psykhology merupakan dari dua kata bahasa Yunani, yaitu : psyche (jiwa) dan logos (ilmu) . Dari dua kata tersebut dapat disimpulkan, bahwa secara bahasa psikologi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang keadaan jiwa manusia. Tetapi dalam perkembangannya, para pemikir lebih memilih kata psikologi daripada ilmu jiwa.
Secara istilah, para tokoh psikologi pendidikan memberikan kontribusi pendapat yang berbeda, yakni :
1. W.S. Winkel, psikologi pendidikan adalah salah satu cabang dari psikologi paraktis yang mempelajari fakta-fakta bagi pembelajaran di sekolah, jenis-jenis belajar dan tahapan dalam proses belajar.
2. H.C. Whiterington, adalah suatu studi tentang proses-proses yang terjadi dalam pendidikan
3. Bruno, membagi pengertian psikologi dalam tiga bagian yang pada hakikatnya memiliki keterkaitan di dalamnya. Pertama, psikologi adalah studi (penyelidikan) mengenai “ruh”. Kedua, psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “kehidupan mental”. Ketiga, psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “tingkah laku” manusia.
4. Wasty Soemanto, psikologi pendidikan adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku yang terjadi dalam proses belajar.
5. Alice Crow, memberikan penjelasan bahwa psikologi pendidikan adalah studi tentang belajar, pertumbuhan dan kematangan indivindu serta penerapan prinsip-prinsip ilmiah tentang reaksi manusia yang mempengaruhi dalam pengajaran dan belajar.
Dari berbagai pengertian Psikologi Pendidikan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa Psikologi Pendidikan adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari dan meneliti sikap dan perilaku anak didik dalam proses belajar mengajar (pendidikan) yang mana sikap dan perilaku anak tersebut sebagai ekspresi dari keadaan jiwa mereka. Melihat pengertian tersebut amat fokus kajian dan pembahasan psikologi pendidikan adalah masalah belajar.
PERKEMBANGAN INDIVINDU DALAM PROSES PEMBELAJARAN
Setiap makhluk yang bernyawa pasti akan mengalami perkembangan selama hidupnya. Perkembangan baik secara konkrit maupun bersifat abstrak. Perkembangan yang memiliki arti sebuah proses dari tahapan pertumbuhan yang lebih maju. Perkembangan yang dapat diukur dalam hal jumlah dan ukuran. Oleh sebab itu, maka kehidupan dapat dikatakan berkembang jika mengalami suatu perubahan ke arah yang lebih baik dan maju.
Perkembangan dalam psikologi belajar memiliki arti penting untuk diketahui, sebab dengan mengetahui perkembangan, pendidik akan dapat memberikan evaluasi belajar yang diajarkan kepada peserta didik. Dalam istilah, perkembangan adalah suatu perubahan yang yang terjadi dari waktu ke waktu, suatu proses atau tahapan pertumbuhan ke arah yang lebih maju. Dalam Dictionary of Psychology perkembangan adalah suatu tahapan-tahapan perubahan yang progresif ysng terjadi dalam rentang kehidupan manusia dan organisme lainnya, tanpa membedakan aspek-aspek yang terdapat dalam diri organisme-organisme lainnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar